Mabuk Cinta

Banyak Orang Mengaku Sebagai Kekasih Laila Namun Laila Katakan Dia Tak Punya Kekasih.

Sebulan Belakangan Ini Banyak Orang Mulai Membangun Narasi Seolah Olah Dia Dan Komunitasnya Lah Yang Benar Benar Mencintai Nabi.

 Bang Regar...

Bukan Sebulan belakangan ini lah , Sudah Lama jugak la Bang. Jidat Orang itu Sampe sampe Udah Kapalan Sekarang Bang. 

Ha iya nya....

Saya memang Kalau Soal Kisah Cinta Ini , Ketimbang Romeo Dan Juliet Saya Lebih Tertarik Dengan Qois Dan Laila Ataupun Laila Dan Majenun. Sebab Bunuh Diri Bukanlah Ekspresi Cinta, Tapi Dianggap Gila.. Itulah Puncak Dari Cinta Yang sesungguhnya. Partasawuf Katakan, Kau Belumlah Dikatakan Ahli Dzikir Sebelum Engkau Dianggap Gila Karena Dzikir Melulu.

Seperti Ulama Di Daerah Kami, Saking Banyaknya Dia berdzikir Istrinya Bilang , "Madung Dai Oppui Namardzikir i Namangan Baen Dzikirmi Mahabis Eme Dipangan Apporik "

(Sudahilah Dzikir mu itu Gak Makan Kita Karena Dzikir mu itu Sudah Habis Padi Dimakan Burung)

Pernah Dikatakan Suatu Waktu Majenun Lewat Di Depan Rumah Laila Dan Dia menciumi Sudut , Dinding Rumah Laila. Majenun Sudah Sampai Pada Puncak Cinta, Dia Telah Dapat Mencintai Apa Saja Yang melekat Atau Yang Terkait Dengan Laila , Bahkan Jika Diberikan Pilihan, Dunia Ataukah Sepatu Laila? Dia Lebih Memilih Sepatu Laila. 

Nabi Kita Mencintai Seluruh Alam ini , Jangan Tanyakan Bagaiamana Cintanya Terhadap Ummatnya, Dia Tidak Begitu Risau Dengan Anak Istrinya Namun Yang dia sebut Ummati... Ummati.. Ummati... Begitulah Gambaran Cinta Yang Harus kita Teladani , Kita Bukan Saja Mencintai Pribadi Nabi Namun Kita Harus Bisa Mencintai Apa Saja Yang Dicinta Nabi. Jika Anda Melewati Sekelompok Orang Yang Lagi Merayakan Maulid Nabi , Jangan Pandang Dengan Sinis Jangan jangan Level Cinta kita Belum Sampai Pada Tahapan Itu, Bahkan Jika Kamu Mengaku Cinta Kepada Nabi , Pernahkan Kamu Membersihkan We Se Atau Tolilet Yang jorok, Karena Takut Nanti Ada Ummat Nabi Yang Datang, Dia tersiksa Mencium bau Toilet Tersebut?

Pernah Ada Seseorang Lagi asyik Bekerja Sayup Sayup dia Dengar Seorang Yang Dia Fikir Berandalan Sedang Menyanyikan Sholawat Dengan asyiknya, Sedangkan Dia Selepas Sholat Subuh Hingga menjelang Siang Belum ada Bersholawat Kepada Nabi, Tanpa Terasa Airmatanya Meleleh hangat membasahi Pipinya, Dia Malu Pada Orang Yang Dia Cintai Sudah hampir Siang Dia Tiada Teringat Akan Kekasihnya. Dia Takut Jangan Jangan Dia Hanya Mengaku ngaku Saja Padahal Nabi Tidak Kenal Dengan dirinya Aduhai Malangnya.  

Teman Rencana apa Yang Sudah kau Buat Untuk Menyenangkan Hati Kekasihmu Pada Bulan Kelahirannya? 

Ngapain Bang Regar Kan gak Ada Dalilnya!

Jadilah seorang yang sedang Dimabuk Cinta,Agar kau tidak Risau Dengan Alasan Apa? Karena cinta Itu Datangnya Dari Hati Sehingga Tidaklah Begitu Penting Untuk menanyakan Alasannya.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Amanah Dan Kisah Hikmahnya.

Menulis Di Medsos.

Hari Santri