Hari Santri

Santri Itu Adalah Pejuang .

Dia Berjuang Melawan Kebodohan Yang Bercokol Dalam Dirinya Dan juga Orang disekitarnya.

 Walaupun Gak Sepintar Guru Guru Kami, Walaupun Masih Tetap Berjuang Melawan Kebodohan , Walaupun Kami Tak Ada Ilmu, Kami Tetap Bangga, Pernah Enam Tahun Tinggal di Pondok Pesantren, Pakai Sarung Pakai Peci Pakai Baju , Jarang Pakai celana. 

Kadang Saya Berfikir Kalau Saya Sepintar Bapak Bapak Itu , Akh Tak Asyik Juga membayangkannya . Saya biarlah seperti ini , Saklawase Jadi Santri, Nampak Ustadz Cium tangan, Nampak Ustadzah Tundukkan Pandangan, Nampak Istri Pegang Tangan nya .

Sebagai Seorang Santri, Itu Saya Membayangkan Kota Dumai ini Bukan Hanya Dikenal Sebagai Kota Industri, Tapi Kelak Saya membayangkan Dumai Menjadi Kota Santri, Pak Sopir Yang bawa CPO , Oline, RBD PO , Inti Sawit Dan Komoditas lainnya Sambil Mereka Mengantarkan Barang Juga Mengantarkan Uang Saldo Anaknya Yang Lagi Mondok Di Kota Dumai. Wahai Para Santri Bangunlah Dari Zona Nyamanmu , Isi mimbar mimbar itu Jangan terlalu tawadhu, Tunjukkan Kamu Adalah Murid Kiyai Fulan ,Murid Abuya Fulan. Tidakkah Kamu Ingin membahagiakan mereka Dengan menyebut nyebut Nama mereka Sembari ngirimi Alfatiha bersama murid-muridmu Atau jamaah pengajianmu . Wahai Para Santri Sudah saatnya tunjukkan dirimu, Bahagiakan Orang Tuamu , Apa Kamu Tak Malu Mondok Enam Tahun diminta bawa doa Robanna atina tidak mau? Eh jadi melebar gini ya? Santri Dimanpun kamu berada Saya ucapkan salam Hormat padamu, Selamat Merayakan Hari Santri, Ingat Resolusi jihad, Karena Musuh Bangsa Akan tetap selalu Ada, Merdeka. 

Santri Itu Adalah Pejuang .

Dia Berjuang Melawan Kebodohan Yang Bercokol Dalam Dirinya Dan juga Orang disekitarnya.

 Walaupun Gak Sepintar Guru Guru Kami, Walaupun Masih Tetap Berjuang Melawan Kebodohan , Walaupun Kami Tak Ada Ilmu, Kami Tetap Bangga, Pernah Enam Tahun Tinggal di Pondok Pesantren, Pakai Sarung Pakai Peci Pakai Baju , Jarang Pakai celana. 

Kadang Saya Berfikir Kalau Saya Sepintar Bapak Bapak Itu , Akh Tak Asyik Juga membayangkannya . Saya biarlah seperti ini , Saklawase Jadi Santri, Nampak Ustadz Cium tangan, Nampak Ustadzah Tundukkan Pandangan, Nampak Istri Pegang Tangan nya .

Sebagai Seorang Santri, Itu Saya Membayangkan Kota Dumai ini Bukan Hanya Dikenal Sebagai Kota Industri, Tapi Kelak Saya membayangkan Dumai Menjadi Kota Santri, Pak Sopir Yang bawa CPO , Oline, RBD PO , Inti Sawit Dan Komoditas lainnya Sambil Mereka Mengantarkan Barang Juga Mengantarkan Uang Saldo Anaknya Yang Lagi Mondok Di Kota Dumai. Wahai Para Santri Bangunlah Dari Zona Nyamanmu , Isi mimbar mimbar itu Jangan terlalu tawadhu, Tunjukkan Kamu Adalah Murid Kiyai Fulan ,Murid Abuya Fulan. Tidakkah Kamu Ingin membahagiakan mereka Dengan menyebut nyebut Nama mereka Sembari ngirimi Alfatiha bersama murid-muridmu Atau jamaah pengajianmu . Wahai Para Santri Sudah saatnya tunjukkan dirimu, Bahagiakan Orang Tuamu , Apa Kamu Tak Malu Mondok Enam Tahun diminta bawa doa Robanna atina tidak mau? Eh jadi melebar gini ya? Santri Dimanpun kamu berada Saya ucapkan salam Hormat padamu, Selamat Merayakan Hari Santri, Ingat Resolusi jihad, Karena Musuh Bangsa Akan tetap selalu Ada, Merdeka.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Amanah Dan Kisah Hikmahnya.

Menulis Di Medsos.