Kenapa Saya kulliah di Kampus Tafaqquh Fiddin Dumai.

 Tahun 1999 Saya Maramuda Siregar menamatkan sekolah Aliyah swasta di Desa Pintu Padang Siunggam Daerah Sumatera Utara, Begitu Jenuh Rasanya Untuk Mendapatkan Ijazah Aliyah (setara SMU) kononlah Pula Mau Melanjutkan Pendidikan Ke Universitas, Padahal Orang Tua Begitu Berminat Agar Anaknya Melanjutkan Pendidikan Ke Universitas, Dengan Kemampuan Seadanya ,Berapi api menyemangati Agar anaknya Setelah Lulus Sekolah Aliyah Langsung Berangkat Ke Ibukota Jakarta, Mencari Pekerjaan Sembari Kulliyah Dengan Impian : Anaknya Menjadi Seorang Sarjana, Namun lain Niat dihati anaknya yang sudah muak dengan bangku pendidikan. 

Dengan membawa ijazah di dalam koper kecil bekas mondok, Si Anak berangkat , Sampailah di Bakauheni-Merak Setelah menyeberangi Selat Sunda. Di ujung panasnya Semangat Reformasi Desember Tahun 1999 Sampailah Di Daerah Pondok Gede Jakarta Timur Nampak Puing Puing Bekas Kerusuhan Dan Penjarahan Di Pusat Pusat Pertokoan sepanjang jalan , Menjadi Operator Potocopy hingga Tahun 2006 .

Merasa Jenuh menjadi operator Mesin Potocopy, Pulang ke kampung halaman.2007 Takdir membawa si Anak menjejakkan kaki di kota Dumai,Kota Yang Tak Pernah diimpikannya untuk menjadi tempat Mengadu Untung. Alhamdulillah diterima disebuah instansi swasta Menjadi  Karyawan Di perusahaan yang bergerak di bidang Sawitisasi Alias Palm oil. Ternyata kota Dumai Adalah kota Yang Religius Terbukti Dengan Banyaknya Mesjid Dan Musholla Dan  Adanya Sebuah Institut Agama Islam Yaitu Tafaqquh Fiddin Dumai. 

Hari Berlalu Tahun Berganti Terkenang Dengan Keinginan Orang Tua,Dan niat mau melanjutkan Pendidikan pondok pesantren Dulu, Kampus Tafaqquh bukanlah Hal yang asing bagi si Anak, Si Anak Pernah Merekomendasikan Kampus Kepada Adik ipar Yang baru lulus Dari pondok pesantren,Lalu Di Tahun 2018 Pernah Menjadi Tempat Pelatihan Atau Pengkaderan Anggota Persatuan Muballigh Kota Dumai (PMD) Yang Alhamdulillah Si Anak Telah Resmi Menjadi Anggota PMD .

Ada yang Bertanya Mengapa Kulliyah Di IAI TAFAQQUH FIDDIN DUMAI Padahal kan Kerjanya Di Perusahaan, Saya Kulliyah Untuk Mewujudkan Keinginan Orang Tua, Anaknya Menjadi Seorang Sarjana, Dan Juga Tanggung jawab Moral Kepada PMD Agar Selalu Meningkatkan Pengetahuan Tentang Ilmu Agama Islam. 

Alhamdulillah Beberapa Hari Memasuki Kampus Ada Rasa Penyesalan Mengapa Tidak Dari Dulu Saja Menjadi Mahasiswa. Sampai jumpa di tulisan berikutnya Teman.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Amanah Dan Kisah Hikmahnya.

Menulis Di Medsos.

Hari Santri